JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN https://jurnal.pekalongankota.go.id/index.php/litbang JURNAL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA PEKALONGAN Badan Perencana Pembangunan, Riset dan Inovasi Kota Pekalongan en-US JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN 2085-0689 Efektivitas Model Pembelajaran Terintegrasi Isu-Isu Lingkungan Berbasis Teknologi di Kota Pekalongan https://jurnal.pekalongankota.go.id/index.php/litbang/article/view/960 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas model pembelajaran berbasis isu lingkungan terintegrasi menggunakan teknologi untuk meningkatkan kepekaan dan kesadaran siswa di Kota Pekalongan, yang menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti banjir dan degradasi lingkungan. Penelitian ini dilakukan di SDN Panjang Wetan, SMPN 2 Kota Pekalongan, dan SMAN 4 Kota Pekalongan menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang diberikan kepada siswa dan guru. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-t untuk mengevaluasi perubahan pemahaman dan keterlibatan siswa terhadap isu lingkungan setelah implementasi model pembelajaran berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tersebut efektif dalam meningkatkan kepekaan dan kesadaran siswa terhadap masalah lingkungan, serta keterampilan mereka dalam menerapkan teknologi untuk solusi lingkungan. Kontribusi penelitian ini adalah pengenalan pendekatan pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan lingkungan saat ini. Implikasinya adalah implementasi model ini dapat memperkuat pendidikan berkelanjutan dan menumbuhkan perilaku bertanggung jawab siswa terhadap lingkungan di tingkat sekolah dasar hingga menengah.</p> Muhammad Ali Gunawan Adib Muhammad Efendy Supriadi Hak Cipta (c) 2025 JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 23 2 55 64 10.54911/litbang.v23i2.960 Pemetaan dan Penentuan Produk Unggulan Daerah Kota Pekalongan https://jurnal.pekalongankota.go.id/index.php/litbang/article/view/962 <p>Pembangunan berfokus pada sektor-sektor yang mampu mendorong kemajuan regional yang dapat dirinci menjadi produk-produk unggulan regional. Studi ini menggunakan pendekatan metode campuran, dengan teknik analisis dalam pengumpulan data menggunakan pencampuran intramethod dan pencampuran intermethod melalui teknik kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh melalui survei sekunder dan kuesioner kepada 108 orang sebagai responden, diperoleh sebanyak 21 kandidat produk unggulan yang dipilih oleh masyarakat dan dipilih 10 produk yang menjadi prioritas masyarakat dan disepakati oleh para ahli antara lain; batik tradisional, megono, pengolahan ikan, canting tulis dan kerajinan topi, kerajinan tenun, tauco, minuman limun oriental, tempe olahan, produk teh, dan konveksi. Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi untuk 5-20 tahun ke depan menggunakan metode eksponensial, ditemukan bahwa semua produk mengalami peningkatan, tetapi hasil analisis didominasi oleh beberapa produk unggulan yang menunjukkan perkembangan pesat. Urutan hasil proyeksi produk unggulan regional dari yang paling maju hingga yang paling kurang maju adalah; (1) batik tradisional, (2) produk teh, (3) konveksi, (4) megono, (5) tempe olahan, (6) tauco, (7) minuman limun oriental, (8) kerajinan tenun, (9) pengolahan ikan, (10) canting tulis dan kerajinan stempel.</p> Wenti Ayu Sunarjo Ari Muhardono Amalia Ilmiani Hak Cipta (c) 2025 JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 23 2 64 73 10.54911/litbang.v23i2.962 Gambaran Involusi Pasar Kota (Suatu Tinjauan Etnoinformatika di Pasar Sugihwaras, Kota Pekalongan) https://jurnal.pekalongankota.go.id/index.php/litbang/article/view/1021 <p>Pasar dan pedagang yang ada di Pasar Sugihwaras telah memberikan sebuah realitas yang involutif. Tiga pertanyaan dirumuskan untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu (a) Bagaimana kondisi pasar involutif saat ini, (b) Strategi pengembangan dan promosi, dan (c) Strategi resolusi. Metode etnoinformatika diterapkan untuk menjawabnya dengan penggalian data melalui lima teknik pengumpulan data: (a) Survei kualitatif, (b) Wawancara dan Observasi; (c) FGD; (d) Studi dokumen dan (e) Studi visual. Telah dilakukan analisis data secara kualitatif, kuantitatif, dan triangulasi data, serta teknik interpretatif, display, deskriptif, dan distribusi frekuensi (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas involutif ditunjukkan melalui kondisi eksisting pasar yang sepi pembeli dan pedagang, ratusan kios dan pedagang tutup dan keluar. Namun pasar tersebut tidak mati melainkan masih bertahan dengan jumlah pedagangnya yang sedikit. Berbagai bentuk pelatihan, kemitraan dan kolaborasi telah dilakukan untuk mengatasinya namun hasilnya belum signifikan bagi kondisi pedagang dan pasar involutif. Tiga pilihan strategi penyelesaian ditawarkan untuk keluar dari kondisi involutif tersebut, yaitu: (a) a) Soft power; (b) Konsistensi dan ketegasan dalam implementasi kebijakan; dan (c) Budaya adaptif. Ketiga strategi tersebut merupakan satu kesatuan yang bersifat simultan (tri ning tri) sehingga ketiganya harus berjalan secara simultan, saling mengisi dan melengkapi dan tidak saling menghilangkan.</p> Nyarwi Ahmad Rohman Rohman Adam Wijoyo Sukarno Hak Cipta (c) 2025 JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 23 2 74 81 10.54911/litbang.v23i2.1021 Strategi Penguatan Peran Anak Muda Menghadapi Perubahan Iklim Pekalongan https://jurnal.pekalongankota.go.id/index.php/litbang/article/view/1022 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan iklim dan peran anak muda dalam menghadapi tantangan teknologi digital di Pekalongan, serta mencari solusi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi pustaka, mengumpulkan data primer dan sekunder melalui riset kepustakaan dan survei deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa Pekalongan mengalami masalah perubahan iklim seperti penurunan muka tanah, kenaikan permukaan laut, banjir, dan penyakit dari vektor serangga. Anak muda dihadapkan pada narcotizing dysfunction dan komodifikasi media sosial. Diperlukan inisiatif fundamental seperti peduli jejak karbon, green marketing, dan menghindari greenwashing. Namun, survei menunjukkan pemahaman anak muda tentang jejak karbon masih rendah. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan hidup dengan metode baru diperlukan. Penelitian sebelumnya menunjukkan aplikasi dapat meningkatkan pengetahuan jejak karbon dan pola hidup ramah lingkungan, dengan fitur seperti kalkulator jejak karbon, edukasi, dan gamifikasi. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran lingkungan hidup yang fundamental, menghindari dominasi media sosial, memanfaatkan kearifan lokal Pekalongan, dan menekankan gerakan individu yang dapat menjadi kolektif.</p> Muhammad Haidar Fikri Kurniali M. Rakhma Aifil Indira M. Dimas Naufal Maulana Ahmad Fadzla Arrafa Hak Cipta (c) 2025 JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 23 2 82 95 10.54911/litbang.v23i2.1022 Strategi Tata Kelola Kebijakan Penanganan Anak Rentan dan Tidak Sekolah di Kota Pekalongan https://jurnal.pekalongankota.go.id/index.php/litbang/article/view/1023 <p>Pendidikan adalah hak mendasar yang dijamin oleh konstitusi bagi setiap warga negara. Namun, di Kota Pekalongan, tantangan signifikan masih ada: banyak anak tidak memiliki akses ke pendidikan berkualitas karena kendala ekonomi, sosial, dan lainnya. Masalah Anak Putus Sekolah (OSC) dan mereka yang rentan putus sekolah tetap menjadi masalah mendesak yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan para pemangku kepentingan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk mengeksplorasi masalah-masalah ini secara mendalam. Pendekatan etnografi memfasilitasi pemeriksaan menyeluruh terhadap inovasi lokal yang mengatasi OSC di Kota Pekalongan, termasuk mengidentifikasi peran para pemangku kepentingan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik terbaik dan menilai keberlanjutan inisiatif pendidikan saat ini. Diskusi kelompok fokus (FGD) dilakukan dengan para pemangku kepentingan seperti Badan Perencanaan Pembangunan Kota Pekalongan (Bappeda) untuk penyelarasan kebijakan dan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan untuk implementasi teknis. Studi ini mengidentifikasi strategi dan kebijakan yang telah diimplementasikan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif dan adil. Temuan penelitian ini menyoroti perlunya komitmen kolektif dari pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan individu untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. Upaya bersama ini sangat penting untuk mewujudkan visi pendidikan inklusif dan berkualitas tinggi di Kota Pekalongan.</p> Agus Wahyudi Mustofa Anshori Lidinillah Hendro Muhaimin Rona Utami Hak Cipta (c) 2025 JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 23 2 96 113 10.54911/litbang.v23i2.1023 Fintech di Kota Pekalongan: Ketika Tradisi dan Teknologi Berkolaborasi https://jurnal.pekalongankota.go.id/index.php/litbang/article/view/1032 <p style="font-weight: 400;"><em>Pekalongan City, as the center of batik culture, faces great challenges in integrating tradition with modern technology to support the sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Low access to formal financial services and digital literacy are major obstacles in improving the competitiveness of MSMEs in the digital era. This study aims to analyze the application of financial technology (fintech) among MSMEs in Pekalongan, identify challenges faced, and provide recommendations for strategic solutions. This research uses a qualitative approach with thematic analysis, data collected from various relevant secondary sources. The results show that fintech provides significant benefits, such as easing access to financial services, improving financial management efficiency, expanding market competitiveness, and encouraging product innovation. However, challenges include low digital literacy, limited internet infrastructure, and doubts about the security of digital transactions</em><em>. Key recommendations include education and training for MSME players, strengthening digital infrastructure, and partnerships between the government and fintech providers. Collaboration between fintech and tradition has proven to be an effective synergy, not only in driving digital transformation but also maintaining local cultural identity.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><em>Keywords:</em> <em>Fintech, MSMEs, Pekalongan City, financial inclusion.</em></p> <p style="font-weight: 400;"> </p> Mirsya Putra Hak Cipta (c) 2025 JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 23 2 114 120 10.54911/litbang.v23i2.1032