PENANGANAN COVID-19 DALAM PERSPEKTIF PENTAHELIX (STUDI KASUS DI KOTA PEKALONGAN)

Rr. Vita Nur Latif, Isrofah Isrofah, Ardiana Priharwanti

Abstrak


The development of the pandemic in Pekalongan from the beginning of March 2020 to today is a
total of 69 confirmed positive cases, with details: 8 people were treated, 12 people were isolated
independently, 35 people recovered, 7 people died. To be able to reduce the prevalence rate of
cases which continues to show a significant increase, a synergistic control scenario is needed with
the optimization of the role of the pentahelix (government, society, academia, private sector, health
service providers). Methods. This study used an exploratory research design with a qualitative
approach. The research subjects which contained elements of the pentahelix (government, society,
academics, private sector, health service providers). Result. Based on the research findings on the
role and optimization of pentahelix, all elements of pentahelix (government, academics, society,
media and the private sector) have all taken roles even though there are several implementation
obstacles in the field, especially in the profile and level of community compliance, particularly in
public facilities such as traditional markets, pilgrimages. sapuro, religious activities and others.
Keywords: Pentahelix, Covid-19

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achmadi UF. Manajemen penyakit berbasis

wilayah. Jakarta: Kompas; 2005.

KESMAS, Jurnal Kesehatan Masyarakat

Nasional Vol. 3, No. 4, Februari 2009

Achmadi, Manajemen Penyakit Berbasis

Wilayah

Achmadi UF. Manajemen penyakit berbasis

wilayah. Jakarta: UI Press; 2008. 4.

Achmadi UF. Horison baru kesehatan

masyarakat di Indonesia. Jakarta: Rineka

Cipta; 2008.

Achmadi UF. Paradigma kesehatan lingkungan

dan kesehatan kerja. Mimeograph: FKM

UI;1987.

Achmadi UF. Transformasi kesehatan

lingkungan dan kesehatan kerja di

Indonesia. Pidato Pengukuhan Guru Besar UI. Depok: Dokumen Perpustakaan

FKMUI; 1991.

Achmadi. Manajemen Penyakit Berbasis

Wilayah. Jurnal Kesehatan Masyarakat

Nasional Vol. 3 No. 4 Februari 2009.

DOI:http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v3i

217

Anggraeni, P., Heridadi, H., & Widana, I. K.

(2018). Faktor risiko (breeding places,

resting places, perilaku kesehatan

lingkungan, dan kebiasaan hidup) pada

kejadian luar biasa demam berdarah

dengue di kecamatan cikupa kabupaten

tangerang. Jurnal Manajemen Bencana

(JMB), 4(1).

Aspuah, Siti. 2013. Kumpulan Kuesioner dan

Instrumen Penelitian Kesehatan.

Yogyakarta : Nuha Medika.

Azwar, Saifuddin. 2013. Sikap Manusia, Teori

dan pengukurannya, Edisi 2. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

D.Noor. (2014). Geomorfologi, Edisi Pertama,

Penerbit Deepublish (CV Budi Utama):

Yogyakarta

Fajar, 2009. Ilmu Komunikasi Teori dan

Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nisa Farichatun. (2014).Manajemen

Penanggulangan Bencana Banjir, Putting

Beliung, dan Tanah Longsor di Kabupaten.

JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen

Publik) 2(2):103.DOI: 10.21070/jkmp.v2i2.432

Mona, Nailul. (2020). Konsep Isolasi Dalam

Jaringan Sosial Untuk Meminimalisasi

Efek Contagious (Kasus Penyebaran

Virus Corona Di Indonesia). Jurnal

Sosial Humaniora Terapan Universitas

Indonesia. Vol. 2 No.2.

Solehudin, Usep. 2005. Business Continuity and

Disaster Recovery Plan. Depok: Universitas

Indonesia

Susanto, A.B. (2006). Disaster Management di

Negeri Rawan Bencana. Jakarta: Aksara

Grafika Pratama.

UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang

Penanggulangan Bencana(Pasal 1 ayat 6 PP No

Tahun 2008 Tentang

Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana)


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.