Strategi Tata Kelola Kebijakan Penanganan Anak Rentan dan Tidak Sekolah di Kota Pekalongan
Policy Governance Strategy For Handling Vulnerable And Out-Of-School Children In Pekalongan City
Authors
Abstract
Pendidikan adalah hak mendasar yang dijamin oleh konstitusi bagi setiap warga negara. Namun, di Kota Pekalongan, tantangan signifikan masih ada: banyak anak tidak memiliki akses ke pendidikan berkualitas karena kendala ekonomi, sosial, dan lainnya. Masalah Anak Putus Sekolah (OSC) dan mereka yang rentan putus sekolah tetap menjadi masalah mendesak yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan para pemangku kepentingan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk mengeksplorasi masalah-masalah ini secara mendalam. Pendekatan etnografi memfasilitasi pemeriksaan menyeluruh terhadap inovasi lokal yang mengatasi OSC di Kota Pekalongan, termasuk mengidentifikasi peran para pemangku kepentingan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik terbaik dan menilai keberlanjutan inisiatif pendidikan saat ini. Diskusi kelompok fokus (FGD) dilakukan dengan para pemangku kepentingan seperti Badan Perencanaan Pembangunan Kota Pekalongan (Bappeda) untuk penyelarasan kebijakan dan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan untuk implementasi teknis. Studi ini mengidentifikasi strategi dan kebijakan yang telah diimplementasikan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif dan adil. Temuan penelitian ini menyoroti perlunya komitmen kolektif dari pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan individu untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. Upaya bersama ini sangat penting untuk mewujudkan visi pendidikan inklusif dan berkualitas tinggi di Kota Pekalongan.