Kajian Identifikasi Kerentanan Dan Kapasitas Adaptif Masyarakat Kampung Nelayan Tegalsari Dalam Menghadapi Ancaman Kebakaran

A Study on the Vulnerability and Adaptive Capacity of the Tegalsari Fishing Village Community in Facing Fire Hazards

Authors

  • Dadi Rusdiana
  • Syahyudes Rina
  • Ida Hamida
  • Larasati Dinda Ayu Pangesti
  • Novi Dhiya Suryani

Abstract

Kampung Nelayan Tegalsari, Kota Tegal, terletak di tepi Sungai Sibelis. Kampung Tegalsari merupakan kawasan kumuh sedang dengan berbagai dampak buruk. Meningkatnya jumlah penduduk dapat mempengaruhi kebutuhan lahan untuk menampung aktivitas permukiman. Kawasan terbangun dan aktivitas ekonomi dapat meningkatkan kerentanan suatu kawasan terhadap bencana kebakaran. Sebelumnya pada bulan November 2021, terjadi bencana kebakaran di Kampung Tegalsari dan butuh waktu sekitar 72 jam per kejadian kebakaran untuk memadamkan api dari kedua kebakaran tersebut. Jika dilihat dari frekuensi ancaman kebakaran dan waktu pemadaman kebakaran yang relatif lama serta menimbulkan kerugian yang besar, masyarakat sekitar perlu dibekali dengan kemampuan untuk beradaptasi terhadap kerentanan yang dialaminya. Bencana terjadi karena unsur bahaya atau ancaman bertemu dengan unsur kondisi kawasan atau masyarakat yang rentan, yaitu memiliki kemampuan yang rendah atau tidak memiliki kemampuan untuk menanggapi atau menangani bahaya tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kapasitas adaptif masyarakat Kampung Nelayan Tegalsari dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkampungan Nelayan Tegalsari memiliki wilayah kerentanan tinggi sebesar 47%, kerentanan sedang sebesar 27%, dan kerentanan rendah sebesar 26%. Sementara itu, kondisi kapasitas adaptif masyarakat saat ini relatif rendah karena minimnya pengetahuan tentang kerentanan wilayah tersebut terhadap ancaman kebakaran yang dapat terjadi kapan saja. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas adaptif masyarakat adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki sarana dan prasarana.